Kamis, 20 November 2008

UNTUK KITA RENUNGKAN

Laa yagurrannak taqallubul ladziina kafaruu fii bilaad
Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.

Mataa’un qalil(un), tsumma ma’waahum jahannam(u), wa bi’sal mihaad
Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. (Ali Imran : 196-197)

Roda kehidupan didunia yang terus bergulir, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam dan seterusnya sehingga terciptalah siang dan malam, minggu, bulan, tahun, windu, abad sampai akhirnya terjadi hari kiamat yang pasti akan terjadi.

Seiring semua itu berjalan, aktivitas-aktivitas kehidupanpun terus berjalan. Disinilah orang-orang (umat manusia) akan terkondisikan untuk menjalani hidupnya sesuai dengan perspektif, cara memandang dan keyakinan masing-masing, tentunya semuanya itu didasari oleh latar belakang pedidikan, dimana ia hidup dan tumbuh dewasa, dimana ia bergaul dan sebagainya.

Sehingga setiap individu akan terbiasa dengan warna dan pola kehidupannya yang akhirnya mengakar didalam jiwanya dan menjadi sangat sulit untuk dirubah, itulah kenapa setiap kita akan merasa benar atau tidak bersalah dengan segala hal / tindak tanduk yang sudah lazim, umum atau sudah menjadi kebiasaan kita sehari-hari.

Ada sekelompok orang yang gemar mengikuti pola hidup ala timur yang lainnya lebih gemar mengikuti pola hidup ala barat, yang lainnya pola utara, selatan, tenggara dsb. Hal itu sah-sah saja karena manusia mempunyai hak untuk memilih dan menentukan, lebih dari itu adalah merupakan salah satu fitrah dari manusia untuk mencontoh atau mengikuti suatu figure / charisma yang dianggap pas dan baik untuk dirinya.

Sebagai contoh misalnya : seorang seniman, olahragawan, usahawan dsb. Biasanya akan mengambil contoh-contoh figure yang terdahulu sebelum mereka yang sesuai dengan profesinya didalam segala aspek kehidupannya. Mereka akan mencontoh dalam cara berpenampilan, berbicara, bertingkah laku, berfikir……dsb.

Tetapi masalahnya sudah benarkah pilihan kita?.....

Karena yang pasti ada satu kebenaran mutlak yang hakiki yang datangnya dari Tuhan pencipta dan pemilik semesta alam. Tuhan yang telah menciptakan bumi, bulan, matahari, planet, bintang, manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan sampai kepada virus yang terkecilpun. DIA tidak hanya mencipta segala hal begitu saja tetapi DIA juga berkewajiban untuk membimbing ciptaan-ciptaan-NYA khususnya umat manusia dan jin didalam segala hal agar tidak salah jalan dan tersesat dan juga agar mereka memperoleh tingkat kehidupan yang paling sempurna dan bermanfaat secara lahir dan batin baik di dunia maupun di akhirat. DIA lah yang telah membangun seluruh struktur tubuh manusia, tentunya DIA lah juga yang paling tahu akan kelemahan, kekuatan dan kebutuhannya. Jadi apapun perintah dan larangan dari NYA untuk kita adalah yang paling pas untuk diri, kehidupan, kebaikan, keselamatan,…kita.

Tetapi ironisnya kebanyakan umat manusia kurang menghargai bahkan tidak mempercayainya. Kita lebih mengandalkan pikiran kita yang sudah kotor terkontaminasi oleh banyak hal, prinsip, pepatah, kebiasaan-kebiasaan serta bisikan-bisikan setan yang selalu berusaha untuk menghancurkan seluruh umat manusia didalam segala aspek yang oleh karena semua itu membuat kita mempunyai pedoman sendiri untuk menentukan jalan hidup dan untuk menyelesaikan segala permasalahan yang kita hadapi.

Tetapi percayalah…selama kita berpegang teguh pada prinsip dan pengertian seperti itu maka kita tidak akan pernah bisa menyelesaikan segala permasalahan dengan tuntas dan yang lebih pentingnya lagi kita tidak akan pernah mencapai dan merasakan kepuasan, ketenangan dan kebahagiaan yang hakiki didalam kehidupan kita. Karena semua kunci untuk menuju kebahagiaan dan keselamatan didunia dan akhirat ada pada pola hidup ala Al Qur’an dan Sunnah Rasul.

Mau Bukti?.....

Silahkan buktikan sendiri….dengan cara mulai mengamalkan segala ajaran-ajarannya. Mungkin awalnya akan terasa berat dikarenakan hawa nafsu didalam diri kita sudah terlalu dimanja oleh pola hidup ala yang lainnya, tetapi kalau kita bersungguh-sungguh dan mau berjuang untuk merealisasikannya maka semuanya itu akan mudah dan terbiasa setelah itu tidak perlu kaget kalau diri anda merasakan kepuasan batin dan ketenangan yang menyejukkan hati dan pikiran walaupun masalah yang anda hadapi tak pernah henti-hentinya.

Wahai Saudaraku….kita harus tahu bahwa setiap reaksi pasti ada aksi (akibat) itu sudah merupakan hokum alam (sunatullah) artinya kalau kita mengikuti suatu pola hidup yang kita gemari (non islami) mulai dari cara berpakaian sampai dengan cara kita bergaul dengan semua orang baik yang sejenis ataupun beda jenis kelamin, tanpa disadari kita sudah terjerumus dan terperangkap dengan segala dampak positif dan negative yang ada didalamnya. Adalah susah untuk bertahan apalagi untuk keluar dari lingkarannya, secara tidak langsung kita akan berkelakuan dan diperlakukan persis seperti mereka yang telah menjadi Korban sebagai suatu contoh boneka dari suatu pola hidup atau trendi.

Artinya pria-pria dan wanita-wanita yang sudah tenggelam dengan kehidupan yang glamour alias hitam tentunya tidak akan berani untuk datang dengan niat dan perlakuan yang tidak baik dan kurang ajar kepada orang-orang yang menjaga kehormatan dan kesucian diri, penampilan dan perbuatan. Tetapi jika mereka menemui orang-orang yang kelihatannya tidak menjaga kehormatan dan kesucian hal-hal tersebut?....
Ooh This is my best friend!

Secara tidak langsung pasti akan terbawa arus permainan yang sudah berputar didalamnya. Hati kecil kita mungkin mengingkarinya tetapi buruk dan dahsyatnya godaan disekeliling kita yang pada akhirnya melumpuhkan kita sehingga tidak ada pilihan lain kecuali untuk mengikutinya dan menikmatinya. Sekali, dua kali, tiga kali dan seterusnya terus berlangsung yang akhirnya membuat kita terbiasa, senang dan setuju dengan segala kebiasaan-kebiasaan yang buruk itu.
Lalu setelah itu bagaimana dengan nasib iman dan akidah kita?......
Mau kita tanggalkan diatas pohon kurma?......

Jangan pernah menganggap remeh dengan segala kebiasaan-kebiasaan yang buruk itu. Ada bahaya dan kebinasaan yang besar yang akan datang menimpa kita, bukan saja diakhirat bahkan diduniapun kita bisa merasakan hukumannya. Dan yang lebih buruk lagi, karena kesalahan suatu kelompok manusia tetapi akibat dari kesalahan-kesalahn yang diperbuat oleh sekelompok manusia itu dapat mengakibatkan kehancuran umat manusia seluruhnya dan yang lebih buruk lagi….para pendosa dan pezina itu tidak akan mendapatkan musibahnya tetapi orang-orang yang tidak bersalah sama sekali mendapatkan imbasnya. Contoh mudahnya bisa di ibaratkan seperti para penebang liar hutan yang merampas kekayaan kayu-kayu hutan dengan jalan tidak halal, mereka akan mendapatkan keuntungan besar. Tetapi ketika datang hujan besar didaerah hutan itu maka yang tertimpa erosi banjir dari hutan adalah penduduk kampong yang tidak bersalah.

Wahai Saudaraku….hidup ini hanya satu kali. Kehidupan didunia hanyalah sementara, masih ada lagi kehidupan yang lainnya yang pasti akan kita hadapi, karena itu harus mempersiapkannya dengan persiapan yang sebaik-baiknya dengan mengerahkan segala kemampuan dan kekuatan yang kita miliki. Sekali kita gagal da;am menghadapinya, maka kita akan binasa. Berbeda dengan kegagalan didalam suatu ujian masuk suatu perguruan tinggi atau instansi pemerintah, kita bisa mengulanginya lagi ditahun berikutnya. Janganlah kita terpesona dan terperdaya oleh gaya penampilan / fashion, cara hidup dan cara bergaul, sifat dan kebiasaan-kebiasaan serta kebudayaan-kebudayaan dari orang-orang yang tidak mempercayai adanya hari akhirat, syurga dan neraka atau orang-orang yang berlainan akidahnya dengan kita.

Karena kita berbeda dengan mereka. Bagi mereka kehidupan didunia ini hanyalah satu kali dan juga yang terakhir kali, karena itu mereka akan selalu berusaha untuk menciptakan banyak hal yang bisa membuat mereka senang dan puas tanpa batas sebelum mereka dijemput oleh kematian mereka. Coba lihatlah dan perhatikan apa saja yang telah mereka perbuat, semuanya begitu menyenangkan bagi syahwat binti hawa nafsu…fashion, film, fun, sex,…….dsb. Yang tentunya akan disambut meriah oleh semua orang yang bernyawa, normal dan tidak impotent tidak pandang bulu, pangkat, derajat, suku, agama dan kekayaan, karena sangat menyenangkan dan menggiurkan hawa nafsu kita.

HADIST
HUFFATIL JANNAH BIL MAA KARIH WA HUFFATIN NAAR BISY SYAHWAT
Syurga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai oleh hawa nafsu, sedangkan neraka dikelilingi oleh hal-hal yang disukai oleh hawa nafsu / syahwat.

AD DUNYA SIJNUL MU’MIN WA JANNATUL KAFIR
Dunia itu bagai penjara bagi orang beriman dan surge bagi orang kafir.

Barang siapa yang mengikuti hawa nafsunya maka akan binasa.

Bukan saya bermaksud untuk mendinginkan hawa nafsu kita dari kesenangan-kesenangan tersebut, karena sebenarnya semua hal itu merupakan salah satu fitrah manusia utnuk menyukainya. Tetapi masalahnya kita harus tahu batas kepad siapa, dengan siapa kita dihalalkan untuk melampiaskan gairah nafsu kita. Andaikan kita melampiaskannya kepada semua orang (teman, saudara, kerabat, anak dan sebagainya). Apa bedanya kita dengan binatang?......Hidup didunia ini bagi kita bagaikan didalam penjara, artinya kita bisa bergerak tetapi ada batas-batasannya karena terhalang oleh terali-terali besi yang menyekat kita didalamnya. Mengapa demikian?.....karena hidip ini adalah tempat ujian bagi orang-orang yang mengimani dan menyakini adanya hari akhir. Tetapi bagi orang-orang yang tidak beriman, kehidupan dunia ini adalah bagaikan syurga bagi mereka. Oleh karena itu mereka dipersilahkan untuk melakukan kesenangan apa saja yang mereka kehendaki…
Fadldlol….I am yours….I am at your service.

Tetapi setelah dunia ini berakhir, mereka harus menerima segala hukuman sebagai tebusannya dari segala kebebasan-kebebasan yang pernah mereka lakukan dan dari segala ketidakperdulian mereka terhadap hukum-hukum Allah SWT.
Allah SWT telah mempersiapkan bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kesenangan-kesenangan yang luar biasa dan tak pernah terbayangkan yang bisa membuat kita tercengang lalu hampir pingsan dikehidupan akhirat berupa syurga.

Disanalah waktunya kita bersenang-senang bebas lepas selama-lamanya. Disitu Allah SWT telah mengharamkan kita untuk melakukn ibadah-ibadah seperti shalat, puasa, dzikir, haji dsb. Disitulah Allah SWT menyuruh, menghalalkan dan mewajibkan kita untuk melakukan kesenangan apa saja yang kita telah bersabar hebat didalam menahan dan menjauhinya karena lebih mengharapkan kehidupan syurga, Kehidupan syurga adalah waktunya kita berpesta pora, berdansa ria melebihi marak dan meriahnya Pesta Academy Award dan konser-konser music lainnya. Waktunya kita meminum-minuman keras yang tidak memabukkan melebihi kualitas dari Tequilla, Carlsberg, Cognac dan juga tingkatan terendah bagi pemabuk kelas kampong seperti ‘Topi Miring’……

Waktunya kita melakukan pesta hubungan sex bebas tanpa batas dengan bidadari-bidadari syurga yang putih bersih, harum dan suci……yang kecantikannya adalah 10.000 kali lipat lebih cantik daripada wanita yang paling cantik didunia ini.
Can you imagine that?.....dan masih banyak lagi kesenangan-kesenangan yang tidak bisa disebutkan dan dijelaskan didalam tulisan ini, karena masalahnya tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbayangkan oleh pikiran.
Kehidupan syurga adalah waktunya segala kesenangan yang pernah kita khayalkan dan belum pernah kita khayalkan akan terwujud dan terpenuhi secara mutlak…..What else do you want Darling?......Sekarang terserah kita, kesenangan yang mana yang hendak kita pilih. Kesenangan sementara di dunia?......maka teruskanlah dengan pola hidup ala syahwat dan hawa nafsu yang kita gemari. Kesenangan yang abadi syurga?........

Maka berusahalah sekuat mungkin untuk mengikuti pola hidup ala Al Qur’an dan Sunnah atau ikutilah pola hidup yang tidak terlalu bertentangan dengan ajaran-ajaran Al Qur’an dan Al Sunnah. Kalau kita mempunyai selera-selera yang tinggi, tentunya kita akan memilih kebahagiaan di syurga yang hakiki tanpa ragu. Kita hanya diperintahkan untuk sedikit bersabar didalam kehidupan didunia ini dengan jalan / cara berusaha untuk menjalankan segala perintahNYA sampai ajal tiba, menjauhi segala larangan-laranganNYA sampai ajal tiba dan ikhlas, pasrah, tawakal ketika ditimpa musibah sampai kita dijemput oleh kematian kita, setelah itu....Masya Allah, Subhanallah, Allahu Akbar…Very Happy!!....Apalah artinya kesabaran yang kita perjuangkan didunia ini selama 60 – 70 tahun tetapi setelah itu kita akan memetik hasil dan buahnya berupa kesenangan yang abadi di syurga. Ibaratnya, seperti kalau kita ditawarkan untuk dipenjara selama 20 tahun, tetapi setelah itu kita akan dinobatkan menjadi raja di tanah jawa yang akan memiliki dan menguasai segala kekayaannya dan mengendalikan seluruh rakyatnya di tanah jawa, tentunya saya pribadi akan dengan sangat senang hati menerima tawran itu, karena saya yakin setelah bersusah payah beberapa saat dipenjara, setelah itu saya akan mempunyai kekuasaan dan kesenangan yang tak terbatas selama-lamanya di tanah jawa. Itu baru tanah jawa…bagaimana kalau seluruh Indonesia?.....
bagaiamana kalau seluruh dunia?.......

Sedangkan diriwayatkan didalam hadist bahwa seseorang yang memperoleh syurga yang paling rendah tingkatannya, dia akan dihadiahkan 10 bumi yang tentunya dia berkuasa sepenuhnya untuk mendekorasi segala isinya. Kita tahu sebagai pria adalah fitrah / naluri / manusiawi untuk menyenangi kaum wanita dan melakukan hubungan sex dengannya tetapi sayangnya bukan disini (dunia) tempat dan waktunya……sabar sajalah dengan satu tubuh seksi istri kita sampai mati……dan kita pun tahu adalah fitrah / naluri / manusiawi bagi wanita untuk tampil cantik dan seksi agar dikagumi keindahan tubuhnya oleh kaum pria tetapi sekali lagi sayangnya bukan disini tempat dan waktunya….didunia semuanya itu hanya boleh di expose, dipamerkan dan dipertontonkan dihadapan suami yang tercinta only. Di surga anda bisa menyelenggarakan kontes ratu bikini yang tercantik dan terseksi sejagad raya…..dan para pengikut kontes lainnya adalah para bidadari. Silahkan bersaing dengan mereka dan undanglah semua malaikat dan penghuni syurga untuk menyaksikan kontes tersebut…..He…He…
Is that not a good deal?.....What do you think?......

Ada pengaruh dan dorongan besar yang negatif jika kaum wanita berpakaian tetapi seolah-olah telanjang. Fungsi pakaian adalah untuk menutupi kulit dan bentuk tubuh. Apalah artinya pakaian yang menutupi kulit tetapi segala lekuk tubuhnya terjiplak dengan jelas. Dan juga apa artinya pakaian yang longgar tetapi transparan. Kalau anda kaum wanita mengikuti fashion yang seperti itu, dan anda menjadi penyebab timbulnya syahwat bagi kaum pria yang melihatnya, kemudian akhir dari rangsangan itu berupa perbuatan dosa besar yang mereka lakukan berupa zina dengan wanita lain yang bukan muhrimnya……maka andapun akan menerima dan menanggung dosanya juga, karena andalah penyebab dan provokatornya!!......
I am sorry to say this…..but that is the fact.
Hadist : Nisaa un Kaasiyatun Ariyatun (Perempuan yang berpakaian tetapi telanjang). Para wanita yang dikategorikan termasuk kedalam golongan / model-model seperti itu maka dia tidak akan pernah bisa mencium bau syurga. Jangankan untuk melihat syurga, untuk menciumnya saja tidak bisa, sedangkan bau syurga itu bisa tercium dalam jarak 7 tahun perjalanan, artinya kalau kita akan menempuh suatu perjalanan jauh yang memakan wktu selama 7 tahun maka harumnya sudah tercium oleh kita semenjak kita memulai perjalanan kita.
Saudara-saudaraku, baik yang lelaki maupun wanita. Syurga dan neraka bukanlah sekedar dongeng belaka...tetapi hal itu benar-benar akan kita hadapi dan lihat dengan mata kepala sendiri.
Ingin bukti?......
Wait and See……The Time is Coming!.......
Yang jelas pilihannya hanya satu…kalau tidak Syurga…ya Neraka…Jadi bagaimana sekarang?...Tiada lain yang kami harapkan agar semua tulisan ini menjadi bahan renungan untuk diri dan kehidupan kita, agar kita tidak salah langkah didalam menentukan pola kehidupan seperti apa yang harus kita gemari dan jalani.
At last all praised is due to Allah, The Lord of the World. The One who has created Us, bring Us to death then bring Us back to life to be judge……….(Kangdin as Sufi)

Hadist
Ballighu ‘anni Walaw Ayah
Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat

Qulil Haqqo Walaw kana murro
Katakanlah yang Hak walaupun pahit / berat

Al Mar u ma’a man ahabba ilaihi fiddunya
Kamu akan dibangkitkan / dikumpulkan dihari akhirat bersama orang-orang yang kamu cintai

Faman tasyabbaha bi qowmin fahuwa min hum
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum (penampilan, perbuatan, kebiasaan dsb) maka dia termasuk golongan kaum tersebut

Semoga kita semua akan diberikan taufiq dan hidayah olehNYA agar kita mau berusaha sekuat mungkin untuk mencintai para Rasul, Nabi dan Wali-Wali NYA dengan jalan mencontoh segala tindak tanduk, kebiasaan dan perbuatannya agar kita semua akan disatukan bersama mereka para Kekasih Allah didalam salah satu Syurga NYA kelak.
Insya Allah……Amin.
Al Fatihah…….

Profile Kangdin As Sufi (Ketua Heavenly Healing Team)




Profile :
Ust. Muhammad Salahuddin Al-Bandungi Al-Hafizh
Ketua Heavenly Healing Team (HHT)

Bandung, 7 Agustus 1974
Ditengah malam yang semakin larut dengan diliputi udara kota Kembang, dimana saat-saat tajali Allah turun ke bumi melihat hamba-Nya yang memohon ampunan dan ridho-Nya, seorang ibu sedang berjuang melahirkan seorang anak yang sangat dinantikan. Ibu yang selalu berdo’a agar anaknya menjadi anak yang sholeh, mengingat ketika sedang hamil bermimpi melihat bulan jatuh ke perut sang ibu. Menjelang shubuh terdengar suara tangis bayi yang diiringi rasa syukur dan kebahagiaan bagi pasangan Rasyid Abdul Kadir dan Dedeh Suryawati. Hari itu lahirlah putra ke-3 mereka, yang diberi nama Muhammad Salahuddin yang kini akrab dipanggil Kangdin.


Melihat Hal-Hal yang Aneh


Saat berusia empat tahun, Kangdin kecil sering melihat sesuatu atau makhluk aneh yang ghaib, seperti jin dan ruh-ruh gentayangan. Kadang-kadang sangat menyeramkan, namun ia tidak takut sedikitpun sampai suatu ketika ia berumur 6 tahun, Kangdin sedang berduaan dengan ayahanda di depan jendela atap rumah. Saat itu setelah maghrib ia memandang keluar jendela. Tiba-tiba muncul satu makhluk bersayap yang berbentuk aneh dan mengerikan, seluruh tubuhnya berbulu hitam dengan tinggi sekitar 4 meter, berhidung besar, bertaring, perut besar (buncit), berkulit merah, berambut hitam panjang sampai kaki dengan bola mata merah namun pupil mata berwarna hitam dan bertelinga panjang bertanduk serta mempunyai ekor dibelakangnya. Berdiri di depan Kangdin dengan penuh rasa kebencian. Kemudian makhluk itu terbang entah kemana. Kangdin menanyakan kepada ayahanda apakah melihat makhluk tadi, dan sang ayah hanya menggeleng tidak tahu.
Selain itu Kangdin melihat ada orang meninggal yang sudah dikubur, pada malam harinya kembali ke rumahnya dengan tubuh tercabik-cabik sehingga berlumuran darah dengan pakaian putih yang tercabik-cabik. Kemudian ia juga pernah melihat seekor ular seketika berubah menjadi manusia. Semenjak Kangdin melihat hal-hal aneh tersebut, ia dapat mengobati orang hanya dengan do’a dan air putih saja.


Ujian Mental Berubah Menjadi Kemandirian


Kangdin pun mulai sekolah di SDN 5 Merdeka Bandung, setiap masuk kelas langsung duduk di depan sebelah kanan. “Waktu kecil saya suka membaca buku agama dan bermain bersama teman-teman sekolah” ujar Kangdin yang masih keturunan Syaikh Gunung Jati dan Syaikh Siti Jenar sambil mengingat mas lalunya. Masa kegembiraannya hanya sebentar, karena semenjak ayahanda berpisah dengan keluarganya membuat ia harus menjadi pengganti ayah bagi kedua kakak perempuan dan kedua adik perempuan yang masih kecil. Beban mental yang harus ia tanggung itu membuat ia semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada saat-saat kesedihan itu, ia sering bertemu dengan wali-wali Allah yang sudah meninggal yang di kemudian ia ketahui siapa mereka melalui cerita dan buku-buku agama yang ia baca. Bahkan ketika kelas lima SD Kangdin juga bermimpi untuk pertama kalinya dengan Rasulullah Muhammad SAW. Semenjak itu ia sering menyendiri, tafakur memikirkan makna hidup dan ciptaan Allah SWT, sehingga ia jarang bermain bersama teman-teman. Akhirnya ia sering menjadi bahan cemoohan dan ejekan. Mimpi bersama Rasulullah terus berlanjut sampai ia berumur 17 tahun.


Sekolah Penerbangan di Australia


Usai melanjutkan pendidika di SMPN 5 dan SMA 3 Bandung tahun 1994, Kangdin yang mempunyai hobby bermain sepak bola dan balap ini melanjutkan kuliah ke negara tetangga Australia tepatnya di kota Sydney. Semula ia berfikir alangkah hebatnya jika menjadi seorang pilot, dapat menerbangkan pesawat diatas angkasa nan luas. Namun ternyata itu hanya ada di dalam angan-angan saja. Selama ia belajar dengan serius sampai ia dapat menerbangkan pesawat, ia tidak merasakan sedikitpun kehebatan seperti yang ia angankan. “Kok, Cuma begini aja ya rasanya, tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya”, kenangnya sambil tersenyum. Selama tinggal di Sydney banyak pengalaman menarik yang ditemuinya. Terutama ketika bertemu dengan komunitas muslim yang tinggal disana. Umumnya mereka berasal dari Pakistan, Turki, India, Bangladesh, Asia dan Arab. Ia melihat muslim di sana lebih menjalankan syariat agama sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW. “Saya melihat kehidupan mereka sangat islami dan berkualitas sehingga saya dapat leluasa belajar agama”, terang Kangdin. Setelah itu Kangdin juga sempat belajar agama di Malaysia dan Madinah.


Berdakwah di Antara Deru Godaan


Ternyata kehidupan metropolitan di kota Sydney tidak membuat Kangdin terpengaruh, malahan semenjak ia tinggal di sana semakin banyak hal-hal ghaib yang ia temui. Seiring dengan beratnya cobaan yang harus dijalani, ia pernah melihat orang dengan wajah yang tampak seperti anjing. Bahkan bermimpi bertemu Rasulullah semakin sering, ia menerima pelajaran dari Rasul seperti cara berdzikir, sholat, cara memakai surban dan berpakaian dsb.
Kangdin merasa bahwa jalan hidupnya bukanlah sebagai pilot, akhirnya ia putuskan untuk meninggalkan pendidikan penerbangan tersebut. Kemudian ia menetap di sebuah masjid di daerah Surry Hill. Kangdin pun mulai memakai surban dan berjubah gamis (jubah), satu-satunya pemuda muslim di Australia yang berpenampilan demikian dimanapun dan kapanpun pada saat itu.
Hati nuraninya terus mendesak untuk segera berdakwah. Dimulai dari bis kota, taman-taman, pasar, kereta dan tempat berkumpulnya anak-anak muda, ia berceramah mengajak kepada kebaikan pada remaja di daerah-daerah tersebut. Godaan pun semakin panas terutama dari kaum wanita. Maklumlah mereka penasaran dengan seorang pemuda yang berbeda dengan pemuda lainnya.
Selama tinggal di masjid banyak orang yang datang untuk berobat, berkonsultasi dan meminta do’a kepada Kangdin. Ia melayani mereka dengan sukarela dan Alhamdulillah banyak juga para remaja yang bertobat dan mulai beribadah. Sampai akhirnya dokumen perjalanan habis masa berlakunya, namun itu tidak mengurangi niatnya untuk terus berdakwah di Negara Kangguru itu.


Keanehan lain muncul dalam kehidupannya. Suatu hari ketika ia sedang tafakur sendirian di masjid, ia mendengar bisikan-bisikan di telinganya, yang intinya bahwa ia harus maju terus dalam berjuang di jalan Allah. Sejak kejadian ini Kangdin kadang-kadang dapat berbicara dengan hewan yang oleh Kangdin sendiri tidak tahu kenapa ia dapat melakukannya. Suatu hari sesudah sholat Jum’at, masih di masjid tempat ia tinggal, ia melihat seseorang masih duduk tasyahud menghadap kiblat sendirian di sudut kanan shaf depan. Orang tersebut memakai baju gamis berwarna hijau dan bersurban putih serta badannya diliputi cahaya. Dengan rasa takjub ia mendekati orang tersebut dan orang tersebut menoleh kearah Kangdin. Kangdin terkesima melihat wajah orang tersebut, dimana wajahnya begitu lembut, teduh, penuh kedamaian dan ramah. Belum sempat ia menyapanya, orang tersebut menghilang dari hadapannya.
Begitu juga ketika ia sedang membaca Al Qur’an di dalam masjid, ia melihat seseorang memakai jubah abu-abu dan bersurban hitam dengan penampilan gagah, tegas dan berwibawa lalu datang menghampirinya. Kangdin belum sempat menyapa, orang tersebut menghilang juga dari hadapannya. Semenjak itu Kangdin semakin sering bertemu dengan orang-orang sufi yang masih hidup dan dikunjungi oleh wali-wali Allah yang sudah wafat. Karena semua kejadian itu telah membuat Kangdin mudah menghafal Al Qur’an, sehingga ia hafal 30 Juz.


Bertemu Guru Spiritual


Modernitas dalam kehidupan Kangdin bukan berarti abai terhadap nilai-nilai spiritual. Ia tetap tekun dan konsisten pada landasan moral dan agama. Ini terlihat dari pengejawantahan sikap dan perilaku yang ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menimbulkan perhatian bagi seorang warga yang sering datang ke masjid untuk beribadah. Orang tersebut berpenampilan sederhana dan tidak seorangpun dari jemaah masjid yang mengetahui dimana tempat tinggalnya, namun ia selalu hadir dalam setiap peribadatan. Ia datang dan pergi tanpa seorangpun yang memperhatikannya.
Suatu hari Kangdin hendak membaca Al Qur’an seperti biasa ia lakukan untuk memperdalam kajian. Tanpa terpikir olehnya, orang tersebut memanggil Kangdin dan mengajaknya untuk berbincang-bincang. Ia memperkenalkan dirinya Syaikh Jaffar Al-Pakistani dan mengatakan bahwasannya ia sudah lama memperhatikan Kangdin. Semula Kangdin bingung terhadap cerita yang dikatakan oleh Syaikh tersebut, karena ia mengatakan bahwa sering bermimpi bertemu dengan Rasulullah bersama seorang pemuda yang wajahnya sama seperti Kangdin. Setelah itu Kangdin sering bertemu dan belajar kepada Syaikh Jaffar baik didalam maupun diluar lingkungan masjid. Banyak hal yang ia pelajari dari Syaikh Jaffar terutama ilmu-ilmu ghaib.


Kembali Ke Tanah Air


Walaupun hampir 10 tahun berada di Negara-negara luar, Kangdin tidak bisa melepaskan ikatan batinnya dengan Indonesia. Takdir menuntunnya untuk kembali ke tanah air tercinta. Semangat berjuang di jalan Allah mendorongnya untuk mencermati problem yang ada di tanah air yang mengantarnya pada imajinasi dan cita-cita yang besar. Di usianya yang masih muda, Kangdin muncul sebagai sosok pembaharu bagi remaja dan orang tua. Ini tercermin dari ketenangannya menghadapi berbagai hal dan konsistennya terhadap penampakan kemuslimannya. Namun hal ini membuat sebagian ummat muslim mereka-reka, dimana tercermin dari sikap mereka disetiap perjalanan yang dilaluinya. Di tempat-tempat umum ia menjadi pusat perhatian, bahkan dengan penampilan yang demikian ada yang menaruh curiga. Maklumlah selama ini Islam dianggap extrim, teroris dll, padahal ini akibat ketidaktahuan akan syariat dan propaganda musuh-musuh Islam. Untuk menambah keilmuannya, ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta.
Kepiawaian Kangdin dalam melihat hal-hal ghoib dan jin, membuatnya dimintai pendapat oleh orang-orang yang dirundung masalah. Baik masalah agama, diganggu oleh Jin sampai pada persoalan ghaib lainnya. Tak jarang ia rela mendatangi sampai ke tempat orang yang membutuhkan bantuan tersebut. Jemaahnya pun bekembang sampai ke Singapura dan Malaysia. Walaupun Kangdin pernah tinggal di daerah Batam, tidak mengurangi keinginan jemaah yang berada di Jakarta, Singapura dan Malaysia untuk menghubunginya.


Ketika Cahaya Menggapai Hati


Tahun 2000 mempunyai makna tersendiri bagi Kangdin, karena pada tahun inilah ia bertemu dengan seorang yang dijanjikan oleh Syaikh Jaffar Al-Pakistani ketika masih di Sydney. Saat itu Kangdin mendapat informasi bahwa ada seorang Syaikh yang akan datang dari Amerika. Dia adalah Syaikh Muhammad Hisyam Kabani berasal dari Beirut Lebanon, seorang ulama besar yang telah berhasil mengajak lebih dari 20.000 non muslim di Amerika untuk bersyahadat. Pendiri As-Sunnah Foundation of America (ASFA), ISCA, Haqqani Foundation, AMA, Kamilat (untuk wanita), aktif berdakwah di universitas-universitas terkenal di Amerika dan aktif member ceramah di konferensi Islam. Selama beliau berdakwah, banyak buku yang telah dibuat dan dipublikasikan. Ketika Syaikh Hisyam Kabani masih berada di Cyprus sebelum sampai ke Indonesia, Kangdin berkirim surat kepada beliau tentang keadaan rohani yang ia alami. Jawaban yang diberikan hanya, “Sampai bertemu di Jakarta”.

Jumat, 14 November 2008

Sekelumit Cerita Menjelang Lahirnya Heavenly Healing Team

Sekelumit Cerita Menjelang Lahirnya Heavenly Healing Team

A'uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanir rahiimWalhamdulillah wassholatu wassalamu 'ala Rasulillah wa 'ala aalihi wasahbihi wa man tabi'ahu bi-ihsanin ilaa yaumiddin

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat datang di Blog Heavenly Healing Team. Blog ini kami persembahkan untuk Guru kami Syaikh Muhammad Nadzim Adil Al Haqqani qs dan Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani qs.

Bermula dari sekelompok orang atau para penyembuh yang sempat saya temui ketika saya melakukan kegiatan dakwah dan pengobatan. Dari kesan dan pandangan yang telah terbersit untuk mengembangkan dan menyatukan sekelompok para penyembuh itu agar bisa sama-sama melakukan pengobatan yang nantinya memberikan manfaat yang cukup besar buat umat pada khususnya. Terlebih dari itu setelah lebih mengenal dan mengetahui pandangan serta pemikiran mereka yang tercetus bahwa mereka pun atau penyembuh menaruh perhatian dan simpati yang besar untuk berguru kepada mursid kami Maulana Syaikh Hisyam kabanni. Dari situlah kami lebih terdorong dan termotifasi untuk membuat suatu group pengobatan yang langsung di resmikan, didukung dan di bawah naungan dari guru kami tersebut. Munculah sebuah nama group pengobatan Heavenly Healing Team (HHT) yang nama itu sendiri bersumber dan keluar dari mulut guru kami Maulan Syaikh Hisyam pada tanggal ....di Hotel Grand Melia. Semoga kehadiran team HHT ini bisa memberikan manfaat kepada seluruh manusia pada umumnya dan kepada pribadi sendiri pada khususnya. Sekarang kami sudah mempunyai beberapa anggota atau jemaah yang tersebar di berbagai kota yang kami harapkan selanjutnya akan lebih berkembang ke seluruh pelosok nusantara. bagi anda yang berminat atau yang mempunyai bakat pengobatan kami harapkan dengan setulus hati untuk juga memberikan sumbangan moril dan ilmu pengobatannya kepada orang orang yang membutuhkan di tolong bersama kami.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Wa min Allah at-Tawfiq Wal hidayah. Bihurmatil Habib. Al-Fatihah.