Senin, 19 Januari 2009

Kalau ALLAH Maha Penyayang, Kenapa DIA Harus Menciptakan Neraka?


Oleh : Ustadz Muhammad Salahuddin al Bandungi al Hafizh

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul-NYA dan ulil amri diantara kamu” (QS An Nissa : 59)

Segala Puji bagi Allah SWT yang telah menunjukkan kepada kita apa yang benar dan apa yang salah. Yang benar itu telah dijelaskan sejelas-jelasnya oleh Nabi-NYA dan begitu juga dengan apa yang salah, yang semuanya itu telah diformat secara gamblang di dalam Al Qur’an, Hadist, serta Ijma’ dan Qiyas (penjelas pembantu hokum-hukum syar’I dari para sahabat). Kita sebagai manusia yang beriman, tentunya harus selalu mengacu kepada sumber-sumber dasar hokum tersebut di dalam menentukan atau menilai suatu hal dan permasalahan, artinya predikat baik atau buruk, sopan atau tidak sopan, lembek atau keras, kejam atau tidak kejam…..baru dianggap sah dan benar jika pengertian dan pengetahuan yang kita miliki sudah kita selaraskan dengan pengertian dan ilmu yang datang dari Tuhan Pencipta Alam.

“Dan katakanlah kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu” (QS Al Kahfi : 29)

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu” (QS Al Baqarah : 216)

Masalahnya sekarang ini kita hidup di zaman yang penuh dengan berkembangnya paham-paham baru seperti LIBERALISME, FEMINISME, FEDERALISME, dsb yang beberapa inti ajarannya sangat membahayakan dan bertentangan dengan akidah, pengertian dan perbuatan umat Islam pada umumnya. Mereka (paham-paham tersebut) sangat mendukung dan membantu segala bentuk kesenangan dan kebebasan tanpa batas……Yang penting asalkan suka sama suka dan tidak ada paksaan maka hal itu tidak melanggar norma-norma hukum kemanusiaan, yang imbasnya akan mengotori dan merusak norma-norma hukum agama yang penuh dengan pantangan, halangan, dan larangan. Meraka selalu berusaha untuk menghancurkan segala bentuk keterbatasan dan ketidakbebasan walaupun pada hakikatnya semua keterbatasan dan ketidakbebasan itu didasari demi tercapainya suatu kebaikan, kesopanan, kepantasan, keberadaban serta keharmonisan hubungan diantara sesama manusia. Tetapi sayangnya paham dan propaganda-propaganda itu sudah cukup sukses tersebar dan menyebar dengan luas di semua kalangan di dunia ini. Kita telah terciptakan dan hidup di dunia ini agar kita bisa menjadi khalifah-NYA di muka bumi, makna lebih dalamnya lagi adalah supaya kita mau tunduk dan patuh terhadap segala ketentuan dan perintah dari ALLAH SWT. Bukannya kita yang harus mengatur ALLAH, tetapi kita yang harus diatur agar kita selamat di dunia dan akhirat. Begitu juga ALLAH SWT telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan….siang dan malam, baik dan buruk, bersih dan kotor, bagus dan jelek, bahagia dan sedih, hidup dan mati….yang pada akhirnya surga dan neraka. Itu sudah merupakan salah satu sunatullah dan qudrat-NYA.

“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS Ali Imran : 191)

Termasuk diri kita yang telah diciptakan sebagai manusia yang merupakan makhluk yang paling sempurna dan tinggi derajatnya dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya (dialam semesta ini terdapat kurang lebih 1800 jenis makhluk) yang sebelum penciptaannya, kita tidak mempunyai kekuatan dan wewenang apapun untuk memilih dan meminta dijadikan/diciptakan sebagai manusia. Semuanya itu adalah tanda dan bukti yang nyata akan rahmat dan kasih sayang-NYA kepada kita. Karena bukan mustahil jika kita diciptakan oleh-NYA sebagai yang nantinya diinjak-injak oleh makhluk lainnya, sebagai tumbuh-tumbuhan yang nantinya ditebang atau dimakan oleh hewan-hewan lainnya, sebagai sapi atau kambing yang nantinya disembelih untuk dijadikan salah satu menu hidangan di KFC, Mc Donalds, Pizza Hut….dan sebagai ciptaan-ciptaan lainnya. Kalau kita mengerti akan semua hal-hal itu, kita sudah tidak berhak lagi untuk mengeluh, ingkar, dan sombong kepada-NYA. Walaupun kadang-kadang kita akan diberikan suatu cobaan oleh-NYA.

Manusia adalah makhluk yang paling baik dan sempurna untuk menerima segala kenikmatan dan kesenangan yang terasakan dan dirasakannya. Coba bayangkan seekor kuda yang sangat kuat otot dan fisiknya daripada manusia, tetapi qodratnya adalah sebagai tempat tunggangan yang sering merasakan sakit dan perihnya apabila tubuhnya dipecut-pecut oleh manusia. Tetapi dia (kuda itu) tunduk, pasrah dan menerima total dengan segala kodrat dan takdir yang telah ditentukan oleh ALLAH SWT untuknya. Kuda itu tidak pernah bisa merasakan nikmatnya bepergian dengan pesawat terbang, kapal laut atau kereta api, kuda itu tidak bisa merasakan asyiknya kalau kita sedang berada di kora-kora, arung jeram, jet coaster, halilintar, dsb. Contoh berikutnya adalah harimau dan macan yang mempunyai wajah, kulit, dan tubuh yang indah strukturnya, tetapi kalau mereka makan, mereka harus mencicipi dan melahap daging mentah yang berlumuran darah. Merekapun merasakan liat, keras, dan amisnya daging tersebut. Tetapi mereka harus memakannya untuk menghilangkan rasa lapar mereka. Mereka mungkin ingin sekali merasakan gurihnya nasi goring special, fish and chip, batagor, dunkin donuts, coca cola, ice cream dsb. Tetapi mereka tidak akan pernah bisa memakannya karena seluruh susunan di dalam perut mereka akan menolak dan berontak sehingga harus dimuntahkannya lagi. Contoh yang lainnya adalah seekor ular yang mempunyai kulit dan kecantikan yang selalu prima (karena selalu ganti kulit) tetapi tempat tinggalnya di hutan, di pohon-pohon, di sawah atau di kebun binatang, menjadi barang tontonan. Mereka pun merasa resah, sedih dan khawatir jikalau keberadaan mereka diketahui oleh manusia. Manusia akan takut dan lari. Tetapi mereka (ular-ular itu) tunduk, patuh dan menerima kodratnya. Mereka tidak pernah mengeluh kalau harus tidur kehujanan di bawah pohon serta kedinginan karena tidak berbaju.

Tetapi anehnya pada zaman sekarang banyak orang yang ingin tampil telanjang untuk memamerkan kemulusan dan keindahan kulit serta tubuh mereka, bagaikan ular-ular yang ada dibawah pohon yang mungkin ingin sekali berpakaian agar tubuh mereka tidak merasa kedinginan dan kepanasan…..so who is the snake and who is the human?.....

Mungkin mereka ingin sekali tidur bersama kita di sebuah rumah mewah yang kamarnya dilengkapi dengan karpet, tempat tidur dan AC, tetapi tentunya mereka harus siap menerima kalau tubuh mereka babak belur dan terpotong-potong karena kita pukul dengan tongkat lalu kita bunuh dengan pisau. Tidak ada satu makhuk pun yang paling bisa merasakan bahagianya dan nikmatnya bersenggama/berhubungan sex dengan pasangan mereka kecuali kita manusia.

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar Rahmaan : 13)

Semua itu adalah tanda-tanda dan bukti yang sangat kuat kalau kita sebagai umat manusia sangat disayangi oleh-NYA.

Terlebih dari itu DIA masih mempersiapkan dan menyediakan segala bentuk kesenangan yang abadi untuk manusia di akhirat berupa surga. Apa syaratnya?...Syaratnya adalah kalau kita mau. Itu saja! Mudah, kan? Karena jalan-jalannya/pintu-pintunya untuk menuju kesana sudah diterangkan dengan terperinci dan jelas oleh-NYA melaui nabi-NYA. Tetapi kebanyakan kita tidak mau memperolehnya. Kita masih bermalas-malasan untuk melakukan ibadah ritual yang sangat mudah dan ringan untuk dikerjakan. ALLAH SWT sangat mengasihi, mencintai dan menyayangi makhluk-makhluk-NYA terutama umat manusia, oleh karena itu DIA dipanggil dengan sebutan ARHAMARROHIMIN (yang paling maha penyayang dari semua yang maha penyayang). DIA tidak mau kalau hamba-hamba-NYA celaka apalagi tersesat. DIA akan menangis dan menangis sangat sedih jikalau melihat hamba-NYA mengikuti jalan/kebiasaan/perbuatan yang akan menjerumuskannya kepada jurang kehinaan dan kehancuran, baik di dunia maupun di akhirat. Itulah kenapa kadang-kadang kita menerima teguran/musibah/kesusahan/kesulitan dari-NYA, yang tiada lain semuanya itu terjadi dikarenakan oleh ulah dan kesalahan kita sendiri. Jadi agar kita sadar dan kembali kepada jalan yang lurus. Tetapi kalau kita mendapatkan suatu musibah, sedangkan kita tidak melakukan suatu kesalahan, artinya kita sedang diberikan suatu cobaan oleh-NYA, agar nilai pahala kita bertambah dan derajat kita meningkat yang pada akhirnya kita menjadi lebih dekat dengan-NYA, rahmat, maghfiroh dan surga-NYA. Itupun kalau kita sabar di dalam menghadapi semuanya itu. Sehingga kita lulus.

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS Alam Nasyrah : 6)

Kasih sayang ALLAH terhadap kita tidak terhitung nilainya dan tidak ada bandingannya. Tetapi sayangnya kita tidak pernah mau merasakannya. Beberapa kali kita bertaubat dan setelah itu berapa kali juga kita mengkhianati-NYA. Mungkin berates-ratus kali. Tetapi DIA tetap selalu bersabar dengan diri kita karena DIA-lah yang maha penyabar dan penyayang. Apakah dikira DIA tuli, buta, tidak tahu dan lupa dengan segala yang kita kerjakan dan ucapkan? DIA tahu betul dengan segala keburukan, kebejatan dan kepalsuan kita, tetapi DIA tetap membukakan pintu-pintu ampunan-NYA dan tetap memberikan kesempatan kepada kita untuk mau berubah dan berbenah diri. Walaupun kita adalah pendosa-pendosa yang ulung, tetapi yang namanya kesehatan, keselamatan, penglihatan, pendengaran, makanan, minuman, tidur, air, sabun, pasta gigi, shampoo dst masih tetap diberikan-NYA kepada kita setiap saat. Apakah dikira DIA tidak mampu dan berkuasa untuk mencabut penglihatan dan pendengaran kita setelah kita melakukan perbuaan dosa? Apakah dikira DIA tidak bisa menyetop penghasilan gaji bulanan kita karena kita tidak mau tunduk dan patuh kepada-NYA? Mungkin kalau saya yang menjadi ALLAH, saya akan segera melakukannya karena stress dan kecewa berat sering dikhianati oleh orang yang saya cintai setelah dia berkali-kali berjanji tidak akan mengulanginya dan mengerjakannya lagi. Sedangkan rasa cinta ALLAH SWT itu kepada hamba-hamba-NYA adalah 70 kali lebih besar daripada rasa cinta saya kepada orang yang saya cintai.

Dari keterangan yang sangat kecil dan singkat itu bisa kita mulai memahami dan merasakan maha…maha…maha Pengasih, Penyantun, Penyabar dan Penyayangnya ALLAH kepada kita semuanya. Mudah-mudahan kita bisa mengerti dan singkat itu bisakah kita mulai memahami dan merasakan maha….maha….maha Pengasih, Penyantun, Penyabar, dan Penyayangnya ALLAH kepada kita semuanya. Mudah-mudahan kita bisa mengerti….ALLAH selalu merindukan hamba-hamba-NYA bertaubat kepada-NYA. ALLAH selalu merindukan hamba-hamba-NYA untuk kembali kepada-NYA dengan iman dan amal sholeh yang baik. Wahai hamba-KU….kembalilah kepada-KU. Tinggalkanlah dunia yang kotor dan penuh dengan masalah itu. Tinggallah dengan damai disini bersama-KU….AKU sangat merindukanmu.

"Hai jiwa yang tenang…Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridloi-NYA…Maka masuklah kedalam jama’ah hamba-hamba-KU…Dan masuklah kedalam Surga-KU" (QS Al Fajr : 27-30)

Ibaratnya seperti seorang Ibu yang ditinggal pergi jauh oleh anak putrinya yang cantik, karena dia harus sekolah atau bekerja di suatu kota besar untuk waktu yang cukup lama. Tentunya si ibu tersebut akan selalu merindukannya dan merisaukan segala keselamatan dan kesehatannya. Andaikan si Ibu itu menerima kabar kalau kesayangannya itu sakit, diganggu/disakiti oleh orang lain apalagi sampai dia berbuat yang tidak baik (dosa)….maka si ibu itu akan merasakan sangat teriris-iris hatinya karena rasa sayang dan cintanya kepada putrinya itu. Dan dapat dipastikan kalau rasa cemas, khawatir, dan cinta ALLAH kepada kita yang masih hidup di dunia ini adalah 70 kali lebih besar dan kuat daripada rasa yang dimiliki oleh si ibu tersebut. Itulah mengapa BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM....Dengan menyebut nama ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kalau kita ibaratkan misalnya....kasih sayang ALLAH itu bernilai 100%, maka hanya 1% saja yang DIA turunkan dan curahkan kepada umat manusia di dunia....sedangkan yang 99% nya lagi akan diberikan kepada kita pada hari Penghisaban. Dimana ALLAH pada hari itu akan benar-benar memperlihatkan kemaha sayangannya dan kemaha adilannya, karena disitulah penentuan akhir dari segala tindak tanduk, perbuatan, nasib serta takdir dari setiap jiwa yang pernah hidup.

"Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya" (QS Al Infithar : 5)

Disana mahkamah pengadilan akan digelar selama kurang lebih 500.000 tahun karena semua orang dari zaman Nabi Adam sampai Bayi terakhir akan diadili seadil-adilnya. Siapa yang berbuat kebajikan walaupun sebesar biji zarrahpun akan mendapatkan hasilnya dan begitu juga sebaliknya.

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya....dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula" (QS Al Zalzalah : 7-8)

Tidak akan ada seorangpun yang teraniaya dan terugikan. Pada saat itu....kasusnya bisa jadi seorang yang mencuri tetapi yang akan dimintai pertanggungjawabannya adalah para pemimpin. Dia mencuri karena orang miskin dan sangat lapar, sedangkan setiap pemimpin bertanggung jawab atas semua orang (rakyat) yang dipimpinnya. Atau bisa jadi kasus berikutnya adalah....seorang anak yang berzina, tetapi yang disalahkan adalah kedua orang tuanya karena tidak segera menikahkan anaknya ketika wktunya tiba. Jadi segala persoalan tidak akan diputuskan seenaknya saja dan semau gie....tidak seperti kita membeli pisang goreng dan es teh manis tanpa pikir dulu....just do it!...yang penting isi perut dapat terisi. Pada saat itu semua orang dari segala suku, bangsa, agama, kalangan, pekerjaan, profesi dsb akan menyesal dan menangis hebat karena penyesalan yang begitu mendalam ketika mereka telah menyaksikan kenyataan / realitas dengan mata kepala sendiri. Tetapi ALLAH masih sangat penyayang....karena itu DIA memberikan jalan lain / solusi lain agar hamba-hamba-NYA bisa terselamatkan dari azab api neraka yaitu dengan cara memberikan izin kepada para Rasul, Nabi, Sahabat, Wali, dan Hafizh untuk memberikan Syafaat / Pertolongan kepada umat manusia asalkan mereka (Para Pendosa dan Pendurhaka) adalah orang-orang yang mengakui adanya 1 Tuhan dan Muhammad SAW adalah sebagai rasul terakhir. Semakin tinggi derajat mereka (Para Rasul,....., Wali) semakin banyak pula orang-orang yang bisa mereka selamatkan dari api neraka. Demi ALLAH......ALLAH tidak rela sedikitpun jika hamba-hamba-NYA harus singgah dulu di neraka walaupun hanya 1 detik. Tetapi DIA lah yang maha adil, maha membalas dan maha menepati janji.....jadi DIA harus rela, pasrah dan ridlo akan ketentuan-ketentuan-NYA yang telah ditetapkan-NYA selama berjuta-juta tahun sebelumnya, untuk membiarkan banyak dari hamba-hamba-NYA untuk dicuci dahulu segala dosa-dosanya di dalam api neraka. Walaupun Hati-NYA hancur lebur karena kesedihan-NYA yang begitu mendalam sehingga dapat menggetarkan kebesaran, kemegahan, dan keagungan Arasy-NYA / Singgasana-NYA. Tetapi apa mau dikata.....nasi sudah jadi bubur......Semua buku-buku amalan sudah ditutup, tidak dapat dirubah lagi, dan harus dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing. Segala kasih sayang ALLAH kepada hamba-hamba-NYA telah mutlak dan tuntas diberikan.....tidak ada satupun yang terlewat. Para Rasul, Nabi, Wali dan Solihin untuk memberikan peringatan dan kabar gembira kepada umat manusia tentang hari akhirat kelak....Akal untuk membedakan hal-hal yang baik dan buruk......Hidayah, Taufik, Ilham untuk menunjukkan kepada jalan yang benar dan lurus.....Al Qur'an dan Hadist untuk mengetahui suatu ilmu kebenaran tentang haq dan bathil (halal dan haram).....Cobaan dan Teguran untuk lebih menyadarkan diri dari segala kesalaha......Tetapi alangkah sayangnya, semuanya itu hanyalah bagaikan angin yang berlalu saja untuk diri kita. Lalu kalau sudah begitu.....APA SALAH ALLAH?.....KEJAM dan SADISkah TUHANku?...Mudah-mudahan Kamu Mengerti......(Kangdin as Sufi)